Materi

Keistimewaan Al-Qur’an

Allah Swt. berfirman:

“Wa laqod yassarnal qur’aana lidz-dzikri …” artinya: “Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk peringatan …” (QS. al-Qamar: 40).

Inilah di antara keistimewaan al-Qur’an: merupakan kitab yang Allah Ta’ala mudahkan untuk dihafal dan dijadikan peringatan.

Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Dan telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk peringatan, yakni Kami mudahkan ia untuk dihafal dan Kami membantu orang-orang yg ingin menghafalnya.”

Semoga ini memotivasi kita semua untuk semakin cinta al-Qur’an dan berusaha menghafalkannya.

Categories: Materi | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Lirik Lagu “Syukur” Karya H. Ahmad Kholid HS

Tiada kata-kata yang paling indah
Kecuali ucap syukur pada Yang Kuasa
Atas segala nikmat yang tlah diberikan
Sungguh besar anugerah-Mu ya Rabbi.

Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Atas nikmat-Nya yang telah diterima
Nikmat yang manakah yang kita dustakan
Atas semua anugerah Illahi
Alhamdulillah… Alhamdulillah…
Atas nikmat yang telah diberikan.

Categories: Materi | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Doa Memakai Pakaian Baru

أَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ إِنَّكَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ ماَ صُنِعَ لَهُ وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ ماَ صُنِعَ لَهُ

Allâhumma lakal hamdu, innaka kasautanîhi, as-aluka khairahu wa khaira mâ shuni’a lahu, wa a’ûdzu bika min syarrihi wa syarri mâ shuni’a lahu.

Artinya:
“Ya Allah, bagi-Mu-lah segala pujian. Sesungguhnya Engkau telah memakaikan pakaian ini kepadaku. Hamba mohon kepada Engkau kebaikannya dan kebaikan yang dijadikan untuknya. Dan hamba berlindung dengan Engkau dari keburukannya dan keburukan yang dijadikan untuknya.” (HR. Abu Daud)

Categories: Materi | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Doa Memakai Pakaian

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ ماَ هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ ماَ هُوَ لَهُ

Bismillâhirrahmânirrahim. Allâhumma innî as-aluka min khairihi wa khairi mâ huwa lahu, wa a’ûdzu bika min syarrihi wa syarri mâ huwa lahu.

Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, hamba mohon kepada-Mu kebaikan dari pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang pakaian ini dibuat untuknya. Dan hamba berlindung dengan Engkau dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang pakaian ini dibuat untuknya.” (HR. Ibnu Sunni).

Categories: Materi | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Doa Sesudah Adzan

Setelah adzan dikumandangkan, baik muadzin maupun orang yang mendengarkan adzan, disunnahkan membaca doa sebagai berikut:

أَللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَ اَلصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا نِ الْوَسِيْلَةَ وَ الْفَضِيْلَةَ وَ ابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا نِ الَّذِيْ وَعَدْتَهُ

Allâhumma rabba hâdzihid da’watit tâmmati wash-shalâtil qâimati âti Muhammadanil wasîlata wal fadhîlata wab’atshu maqâmam mahmûdanil ladzî wa ‘adtah.

Artinya:
“Ya Allah, Tuhan yang mempunyai panggilan yang sempurna dan mempunyai shalat yang ditegakkan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkan beliau pada kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.”

Categories: Materi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Bacaan Ketika Mendengar Adzan

Bila adzan dikumandangkan, hendaknya kita mendengarkannya dengan tenang dan berusaha untuk khusyuk kepada Allah Swt. Di samping itu, kita disunnahkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama seperti yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada lafazh Hayya ‘alash-shalâh dan Hayya ‘alal-falâh, jawabnya adalah:

لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Lâ haula walâ quwwata illâ billâh.

Artinya:
“Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Ketika muadzin untuk shalat Shubuh mengucapkan lafazh Ash-shalâtu khairum minan-naûm, jawabnya adalah:

صَدَقْتَ وَ بَرَرْتَ وَ اَنَا عَلَى ذاَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ

Shadaqta wa bararta wa anâ ‘alâ dzâlika minasy-syâhidîn.

Artinya:
“Benar dan baguslah (ucapan)mu itu dan aku termasuk orang-orang yang menyaksikan atas yang demikian itu.”

Categories: Materi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Soal CCA (Cerdas Cermat Agama)

  1. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui Malaikat ………………….
  2. Ilmu yang mempelajari cara membaca al-Qur’an dengan baik dan benar disebut ….
  3. Surat yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad Saw. adalah …………… ayat berapa ……………….
  4. Surat pertama yang ada dalam al-Qur’an adalah …………… dan berapa ayat ………….
  5. Al-Qur’an terdiri dari …………….. juz, dan …………… surat.
  6. Memberi salam hukumnya …………………..
  7. Orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim. Keterangan ini terdapat di dalam al-Qur’an, surat …………………
  8. Menjawab salam hukumnya ………………..
  9. Bagaimana bunyi ayat ke-4 dari surat al-Qadr …………………………………………………..
  10. Siapakah nama ayah dan ibu Nabi Muhammad Saw.? …………………..
  11. Amal ibadah yang dikerjakan berpahala dan kalau ditinggalkan berdosa disebut hukum ………………
  12. Nabi Muhammad Saw. pernah diasuh oleh pamannya yang bernama …………………..
  13. Shalat berjamaah dikerjakan sedikitnya oleh 2 orang dan paling banyak ………….
  14. Dari kota manakah Nabi Muhammad Saw. hijrah ………………. dan menuju ……………..
  15. Berpuasa pada hari Senin dan Kamis hukumnya ……………………..

———

Jawaban Soal:

  1. Jibril a.s.
  2. Ilmu Tajwid
  3. Al-‘Alaq ; ayat 1 – 5
  4. Al-Fatihah ; 7 ayat
  5. 30 juz ; 114 surat
  6. Sunnah
  7. Al-Ma’un
  8. Wajib
  9. Tanazzalul malaa’ikatu war-ruuhu fiihaa bi-idzni rabbihim min kulli amr.
  10. Abdullah ; Aminah
  11. Wajib
  12. Abu Thalib
  13. Tidak terbatas
  14. Makkah ; menuju Madinah
  15. Sunnah
Categories: Materi | Tag: , | 2 Komentar

Doa Sesudah Wudhu

Seusai mengerjakan wudhu secara tertib (mengikuti urutan dan tidak berbalik-balik), selanjutnya kita disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. أَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ عِباَدِكَ الصَّالِحِيْنَ

 

Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasûluh. Allâhummaj’alnî minat tawwâbîna waj’alnî minal mutathahhirîna waj’alnî min ‘ibâdikash shâlihîn.

Artinya:

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci, serta jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Membaca doa sesudah wudhu ini dilakukan dengan berdiri, mengangkat kedua tangan, dan menghadap kiblat.

Categories: Materi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: