Berkunjung ke PP Raudhatul Muttaqien

Berdoa sebelum berangkat agar selamat di perjalanan.

Dalam rangka memperingati Isra’ & Mi’raj Nabi Muhammad Saw., pada hari Sabtu, 10 Juli 2010, santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Muhtadin berkunjung ke Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien, Jl. Cangkringan KM.04 Babadan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para santri yang rata-rata masih berusia sekolah dasar itu berangkat dari Masjid Al-Muhtadin pada pukul 06.35 WIB dengan mengendarai sepeda bersama. Bagi santri yang masih berusia TK dipersilakan untuk naik mobil yang mengikuti dari belakang.

Sebelum berangkat, para santri dipimpin kepala TPA untuk berdoa dan diwanti-wanti agar berhati-hati di perjalanan. Akan tetapi, namanya juga anak-anak, karena saking gembiranya, di dalam perjalanan ada saja yang bersenda gurau, ngebut di depan teman-temannya, atau lupa terhadap pesannya agar tidak melampaui separuh dari badan jalan. Di sinilah tampak para ustadz dan ustadzahnya yang juga naik sepeda terus memantau para santrinya agar selamat di perjalanan.

Bersepeda menuju pesantren; sehat dan menyenangkan.

Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, rombongan santri TPA Al-Muhtadin akhirnya tiba di pondok pesantren yang mempunyai grup band bernama Fazan, yang belum lama ini merilis album “Tuhan Ampuni Aku” bersama Tompi tersebut. Di pintu masuk pesantren, ternyata para santri kecil ini sudah sambut oleh pihak pesantren; di antaranya adalah Ustadz H. Rachmat Ramadhana Al-Banjari dan Ustadz Mardiansyah, S.Ag.

Sebagian besar santri TPA Al-Muhtadin memang baru pertama kali menginjakkan kaki di pesantren. Inilah sesungguhnya tujuan dari pengurus TPA Al-Muhtadin mengadakan kegiatan ini; agar para santri mengenal dunia pesantren. Setelah memarkir sepeda, para santri dipersilakan memasuki sebuah ruangan besar yang tampaknya biasa digunakan untuk beribadah sekaligus menjelis taklim oleh warga pesantren. Dalam ruangan ini, beberapa santri dari PP Raudhatul Muttaqien sudah menunggu, dan Ustadz Mardiansyah tampak piawai menyambut para santri dengan tepuk dan lagu. Santri dari TPA Al-Muhtadin semakin senang dibuatnya.

Tak lama kemudian, para santri dipersilakan berwudhu untuk diajak shalat dhuha secara berjamaah. Shalat dhuha yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama itu dipimpin oleh Ustadz Mardiansyah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan taushiyah dan mengenal pesantren yang disampaikan langsung oleh Pimpinan dan Pengasuh PP Raudhatul Muttaqien, yakni Bapak KH. Hamdani Bakran adz-Dzakiey.

Kiai yang juga penulis buku Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian); Menumbuhkan Potensi Hakiki Insani Melalui Pengembangan Kesehatan Ruhani ini ternyata sangat hangat dalam menyambut kedatangan santri TPA Al-Muhtadin. Dengan telaten dan akrab sang kiai yang juga ahli di bidang psikologi ini mengenal satu per satu masing-masing santri berikut hobi dan cita-citanya. Setelah itu, para santri berikut ustadz-ustadzahnya dikenalkan lebih jauh tentang Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien.

Setelah kiai yang biasanya dipanggil dengan sebutan Abi oleh para santrinya ini memberikan taushiyah dan mengenalkan pesantren, para santri dari TPA Al-Muhtadin kemudian disuguhi permainan sulap oleh salah satu santri pesantren dan putra dari sang kiai. Wow…, di pesantren ada sulap? Menurut sang kiai, sulap yang ditampilkan ini sama sekali bukan sihir, tetapi murni ketangkasan dan kecepatan tangan serta permainan yang masuk di akal. Semua bisa dijelaskan dengan ilmiah katanya. Pada saat permainan sulap ini, anak-anak langsung menyerbu ke depan untuk mendekat. Rupanya permainan sulap yang disajikan sangat menghibur para santri dan membuat mereka berdecak kagum.

Berfoto bersama sebelum berpamitan.

Tampaknya mengisi liburan sekaligus memperingati Isra’ & Mi’raj Nabi Muhammad Saw. dengan berkunjung ke pesantren adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi para santri TPA Al-Muhtadin. Terbukti, setelah acara sulap dan bermain di sekitar lokasi pesantren, anak-anak harus dipanggili untuk berkumpul kembali dan diajak berpamitan untuk pulang. Sebelum berpamitan, para santri dan para ustadz/ustadzah TPA Al-Muhtadin berfoto bersama dengan Bapak KH. Hamdani Bakran adz-Dzakiey.

About these ads

2 responses to this post.

  1. pertamax gan ..salam kenal

    Balas

    • ya, betul, ini adalah tulisan pertama di blog yang baru kita buat ini. Terima kasih banyak ya atas kunjungannya.

      Salam kenal juga.

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 399 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: