Enak memang shalat berjamaah bersama santri TPA Al-Muhtadin, seusai shalat secara bergantian memijat kawan. Jadi, sehat secara ruhani, sehat pula secara jasmani. Sebagaimana tampak dalam foto tersebut, betapa para santri ceria saling memijat antara satu dengan yang lainnya seusai shalat berjamaah. Sungguh, hal ini barangkali sederhana. Tapi, menyenangkan bagi para santri, dan kelak bila sama-sama dewasa bisa menjadi kenangan yang membahagiakan.
5 Mei
Juara 2 Lomba Adzan
Aldafa Alfian Akbar (nomor tiga dari kanan), adalah salah satu santri TPA Al-Muhtadin yang dikirim untuk mengikuti lomba dalam rangka milad “Jasmine Al Muflihun”. Dafa, demikian ia biasa dipanggil, berhasil meraih juara 2 lomba adzan. Menurut brosur yang disebarkan oleh panitia, lomba ini diselenggarakan se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Di antara yang dilombakan adalah Tartil Qur’an, Adzan, Melukis, dan Mewarnai. Semoga prestasi yang diraih Dafa ini menjadikan semangat bagi santri TPA Al-Muhtadin yang lainnya.
24 Mar
Mengaji dan Berteman
18 Feb
Membaca Al-Qur’an
Allah SWT. berfirman:
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan [cahaya maksudnya adalah Nabi Muhammad SAW. dan kitab maksudnya adalah Al-Qur’an]. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. al-Maa’idah: 15-16)
Rasulullah SAW. bersabda:
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Dari Ibnu Mas’ud ra, berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. at-Tirmidzi; hadits hasan shahih)
Banyak sekali fadhilah dari membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, santri TPA Al-Muhtadin pun berusaha untuk senantiasa bisa membaca Al-Qur’an. Sebagaimana dalam foto tersebut sebagian santri belajar membaca Al-Qur’an bersama Ust. Muhaimin. Semoga apa yang dilakukan ini dilakukan ini menjadikan para santri semakin mencintai Al-Qur’an dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan, semoga apa yang dilakukan ini mendapatkan rahmat dan ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Allaahumma aamiin….
4 Feb
Mengembangkan Kecerdasan Sosial
Dalam rangka mengembangkan kecerdasan sosial, santri TPA Al-Muhtadin juga diajak mengunjungi salah satu teman yang sedang sakit atau terkena musibah. Sebagaimana dalam foto di atas, santri berkunjung ke rumah santri yang bernama Emas (pakai sarung dan berkaus merah) yang baru saja dikhitan. Kegiatan semacam ini penting agar anak mempunyai kepedulian terhadap orang lain.
28 Jan
Belajar Mengenakan Sarung
Sarung adalah kain yang biasanya dipakai untuk shalat bagi laki-laki di negara Indonesia atau Malaysia. Cara mengenakan sarung sesungguhnya tidak sulit, tinggal dibentang secara seimbang kemudia dilipat dengan rapi. Namun, bagi anak-anak, tentu perlu belajar agar bisa mengenakan sarung secara rapi.
Belajar mengenakan sarung ini juga dipandang perlu, karena akhir-akhir ini, terutama anak-anak, tidak terbiasa mengenakan sarung. Mengenakan celana ketika shalat dipandang lebih praktis daripada mengenakan sarung. Untuk itulah, TPA Al-Muhtadin mengajak para santri untuk belajar mengenakan sarung sebagaimana foto di atas.
8 Okt
Ceria Bersama Kak Adin
Dalam Ramadhan kemarin, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Muhtadin melaksanakan banyak kegiatan, salah satunya adalah ceria bersama Kak Adin dalam dongeng menjelang berbuka puasa.
Bagi kami, mengundang Kak Adin, pendongeng kelahiran Batang dan alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini merupakan kebanggaan tersendiri. Betapa tidak, nama Kak Adin lengkapnya adalah “Muhtadin”, jadi Kak Muhtadin mendongeng di TPA Al-Muhtadin. Hehe….
Di samping itu, Kak Adin memang sosok pendongeng muda yang sudah tidak asing lagi di Yogyakarta. Berikut adalah beberapa prestasi Kak Adin dalam bidang dongeng:
1. Terbaik Lomba Dongeng Yogyakarta 2010 (Penerbit Mizan)
2. Terbaik Lomba Cerita dalam Al-Qur’an tingkat Yogyakarta dan Jateng 2010 (AMM Kotagede)
3. Terbaik Lomba Cerita Shohabiyah Yogyakarta 2010 (STIT Yogyakarta)
4. Terbaik Paling Atraktif Festival Dongeng Nusantara Yogyakarta 2011 (Taman Baca Natsuko Shionya)
5. Juara Ajang Bakat Gardena di Swalayan Gardena Yogyakarta 2011 dengan penampilan dongeng edukatif
6. Juara terbaik dongeng guru TK se-DIY 2011 (pelaksana acara SD Muh Prambanan)
Maka, saat tampil di hadapan santri TPA Al-Muhtadin, tampak sekali para santri menikmati dongeng yang dibawakan Kak Adin. Para santri tampak antusias dan senang. Bahkan, seusai acara beberapa santri menyampaikan langsung ke Ust. Muhaimin (kepala TPA) agar suatu saat mengundang Kak Adin lagi.
Berikut adalah beberapa foto dari kegiatan santri TPA Al-Muhtadin saat ceria mendengarkan dongeng bersama Kak Adin:
2 Agu
Indahnya Ramadhan di Masjid Al-Muhtadin
21 Mei
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Muhtadin
Pendahuluan
Dalam Al-Qur’an Surat At-Tahriim ayat 6, Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….” Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw. telah bersabda, “Jika manusia telah meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.”
Maka, mempunyai anak yang shalih dan shalihah adalah dambaan sekaligus tanggung jawab bagi setiap orang tua. Untuk mewujudkan hal ini, pendidikan menjadi salah satu media yang dipercaya bisa menempa perkembangan anak, baik kecerdasan otak maupun kecerdasan spiritual. Namun, sayangnya, pendidikan formal di sekolah tidak selalu bisa membuat anak menjadi cerdas sekaligus shalih dan shalihah.
Di sinilah sesungguhnya peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), sebagai lembaga pendidikan nonformal sangat layak untuk dikelola dengan baik. Sebuah lembaga pendidikan yang mendukung pendidikan formal di sekolah, tidak sekadar mendidik anak (santri) bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga mengembangkan pendidikan agar anak (santri) dapat menjalani hidup secara islami.
Selayang Pandang TPA Al-Muhtadin
Proses pendidikan di TPA Al-Muhtadin secara resmi terbentuk pada 19 Juli 1998, dikukuhkan oleh Persaudaraan Djama’ah Haji Indonesia (PDHI) Yogyakarta bersamaan dengan dikukuhkannya Takmir Masjid Al-Muhtadin, Perum Purwomartani Baru, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Namun, embrio dari pendidikan ini sudah dimulai jauh sebelumnya, yakni sebelum Masjid Al-Muhtadin dibangun. Bermula dari pengajian anak-anak, yang diawali pada bulan Oktober 1996, proses pendidikan ini dimulai. Kala itu, kelompok pengajian anak ini bernama TPA Blok Tengah. Dan, pada awal 1998, seiring dengan selesainya pembangunan Masjid Al-Muhtadin, TPA Blok Tengah pindah ke masjid dan berubah nama menjadi TPA Al-Muhtadin.
Visi dan Misi
Visi:
Mewujudkan generasi Muslim yang cerdas dan berakhlak mulia.
Misi:
1. Mengembangkan Taman Pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas.
2. Mengembangkan kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menyenangkan, sesuai dengan perkembangan psikologis anak, dan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
3. Mengembangkan proses pendidikan yang berkerangka ibadah dan demi meraih ridha-Nya.
Prestasi Kejuaraan
Alhamdulillah, segudang prestasi kejuaraan pernah diraih oleh para santri TPA Al-Muhtadin, baik pada lomba antar TPA setingkat Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, maupun tingkat nasional pada acara FASI.
Pengurus dan Ustadz/Ustadzah TPA Al-Muhtadin
Pembina:
Abdul Basir Solissa, M.Ag. (Ketua Takmir Masjid Al-Muhtadin)
Konsultan Manajemen:
Abdul Mujib, M.Ag.
Kepala:
Akhmad Muhaimin Azzet, S.Ag.
Sekretaris:
Diniyah Solissa, S.E.
Bendahara:
Fatika Lestyaningrum.
Ustadz/Ustadzah:
Ust. Akhmad Muhaimin Azzet, Ustzh. Reni Puspitasari, Ustzh. Diniyah Solissa, Ustzh. Ika Siwi Tira Ardiani, Ustzh. Fatika Lestyaningrum, Ustzh. Nurul Maulidia, Ustzh. Nurul Imaniar, Ustzh.Nuril Janah, Ustzh. Asri Maharani, Ustzh. Ariska Dian Puspitasari, Ustzh. Novi, Ustdzh Anjita, Ustdz. Anis, Ustdzh. Sita, Ustzh. Megan, dan Ustzh. Imamah.
Proses Belajar-Mengajar
TPA Al-Muhtadin mendidik santri dalam belajar membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro’. Dengan demikian, santri dibimbing untuk bisa dengan baik dalam membaca Buku Iqro’ dari jilid 1 s/d 6. Setelah tamat jilid 6, santri dibimbing dalam membaca Al-Qur’an dari juz 1 s/d khatam juz 30. Selanjutnya, bagi santri yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sampai 30 juz, TPA Al-Muhtadin akan mengadakan khataman Al-Qur’an secara bersama.
Di samping membimbing santri dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, TPA Al-Muhtadin juga membimbing dalam tata cara shalat (bacaan maupun gerakannya), hafalan surat-surat pendek dan doa-doa keseharian, kisah para nabi, sahabat, maupun cerita islami yang membangkitkan keimanan, juga permainan yang menyenangkan.
TPA Al-Muhtadin mengadakan proses belajar-mengajar secara rutin pada setiap hari Selasa, Rabu, dan Jum’at, pukul 16.00 s/d 17.30 WIB di Masjid Al-Muhtadin. Dengan demikian, semoga para santri (demikian juga ustadz/ustadzahnya) menjadi shalih dan shalihah; berbakti kepada kedua orang tua, bermanfaat bagi sesama, dan senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya. Amin ya Allah, ya Rabbal ‘alamin.



























Komentar Terakhir